Kamis, 23 Oktober 2014

KONFLIK ORGANISASI

A. PENGERTIAN KONFLIK ORGANISASI

Pada dasarnya konflik memiliki arti sebagai secara macam pertentangan atau antagonistik antara dua pihak atau lebih, konflik juga dapat diartikan sebagai sebuah perjuangan antara kebutuhan, keinginan, gagasan, kepentingan ataupun pihak yang saling bertentangan. Namun, konflik dalam organisasi dapat diartikan sebuah perilaku anggota organisasi yang dilakukan berbeda dengan anggota organisasi lainnya, menurut Robbins (1996) konflik organisasi adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh terhadap pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.



B. SUMBER - SUMBER KONFLIK

Adapun terjadinya sebuah konflik, hal itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor,  diantaranya adalah faktor psikologis yang bersumber dari sifat-sifat individual tiap anggota, maupun faktor secara struktural. Secara umum sebuah konflik dapat terjadi karena masalah komunikasi karena salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, lalu masalah struktur organisasi karena adanya perselisihan kekuasaan antar bagian dengan kepentingan yang bertentangan, juga masalah pribadi yang disebabkan oleh nilai - nilai sosial pada tiap anggota yang tidak selaras dengan perilaku yang diperkenankan. Namun secara terperinci sumber-sumber konflik dapat diuraikan sebagi berikut : 

1. Persepsi : konflik terjadi karena persepsi yang berbeda dari pihak-pihak yang  bersangkutan.
2. Pertentangan : konflik timbul karena adanya pertentangan kepentingan.
3. Kelangkaan : konflik terjadi karena sumber-sumber adanya terbatas.
4. Blokade : konflik didorong oleh perilaku sautu pihak yang memblokir pencapaian  tujuan dari pihak lain. 
5. Perbedaan cara : konflik terjadi karena perbedaan cara untuk mencapai tujuan  yang sama.
6. Saling ketergantungan : konflik terjadi karena adanya dua atau lebih anggota  yang saling tergantung dalam kerjasama.
7. Formalitas yang rendah : Bila tidak ada pedoman, manual, atau standardisasi.
8. Perbedaan kriteria evaluasi : Bila anggota dinilai prestasinya secara terpisah.
9. Distorsi komunikasi : Adanya ketidakjelasan , hanbatan, penahanan, dan  pemutakbalikan informasi.
10. Ketidakpuasan : Adanya rasa tidak puas atas perlakuan terhadap anggota.
11. Ketidakselarasan status : Peranan suatu profesi dinilai tidak selaras dengan  statusnya secara umum.
12. Heterogenitas anggota : Adanya perbedaan nilai-nilai, pendidikan, latar  belakang, dan umur pada tiap anggota.


C. JENIS - JENIS KONFLIK

Terdapat berbagai macam jenis konflik, tergantung pada dasar yang digunakan untuk membuat klasifikasi. Ada yang membagi konflik atas dasar fungsinya, ada pembagian atas dasar pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, dan sebagainya.
a. Konflik Dilihat dari Fungsi

 Berdasarkan fungsinya, Robbins (1996:430) membagi konflik menjadi dua macam, yaitu: konflik fungsional dan konflik disfungsional. Konflik fungsional adalah konflik yang mendukung pencapaian tujuan kelompok, dan memperbaiki kinerja kelompok. Sedangkan konflik disfungsional adalah konflik yang merintangi pencapaian tujuan kelompok.

b. Konflik Dilihat dari Pihak yang Terlibat di Dalamnya  

Berdasarkan pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik, Stoner dan Freeman (1989:393) membagi konflik menjadi enam macam, yaitu:
1. Konflik dalam diri individu. Konflik ini terjadi jika seseorang harus memilih tujuan yang saling bertentangan, atau karena tuntutan tugas yang melebihi batas kemampuannya.

2. Konflik antar-individu. Terjadi karena perbedaan kepribadian antara individu yang satu dengan individu yang lain.

3. Konflik antara individu dan kelompok. Terjadi jika individu gagal menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok tempat ia bekerja.

4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama. Konflik ini terjadi karena masing-masing kelompok memiliki tujuan yang berbeda dan masing-masing berupaya untuk mencapainya.

5. Konflik antar organisasi. Konflik ini terjadi jika tindakan yang dilakukan oleh organisasi menimbulkan dampak negatif bagi organisasi lainnya. Misalnya, dalam perebutan sumberdaya yang sama.

6. Konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda. Konflik ini terjadi sebagai akibat sikap atau perilaku dari anggota suatu organisasi yang berdampak negatif bagi anggota organisasi yang lain. Misalnya, seorang manajer public relations yang menyatakan keberatan atas pemberitaan yang dilansir seorang jurnalis.

c. Konflik Dilihat dari Posisi Seseorang dalam Struktur Organisasi
   Winardi (1992:174) membagi konflik menjadi empat macam, dilihat dari posisi seseorang dalam struktur organisasi. Keempat jenis konflik tersebut adalah sebagai berikut:
1. Konflik vertikal, yaitu konflik yang terjadi antara karyawan yang memiliki kedudukan yang tidak sama dalam organisasi. Misalnya, antara atasan dan bawahan.

2. Konflik horizontal, yaitu konflik yang terjandi antara mereka yang memiliki kedudukan yang sama atau setingkat dalam organisasi. Misalnya, konflik antar karyawan, atau antar departemen yang setingkat.



3. Konflik garis-staf, yaitu konflik yang terjadi antara karyawan lini yang biasanya memegang posisi komando, dengan pejabat staf yang biasanya berfungsi sebagai penasehat dalam organisasi.

4. Konflik peran, yaitu konflik yang terjadi karena seseorang mengemban lebih dari satu peran yang saling bertentangan.


D. STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK

Pemecahan konflik dapat berlangsung dalam berbagai bentuk atau dengan perkataan lain, dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Lima cara dalam pemecahan konflik adalah:
1. Kolaborasi 
Dilakukan oleh pihak yang terlibat dalam konflik secara bersama - sama, mencari pemecahan dengan cara pendekatan menang-menang.

2. Kompetisi
Menggunakan pendekatan menang-kalah, sehingga pihak yang lebih kuat akan menang.

3. Akomodasi
Seorang atau pihak tertentu dapat menampung kebutuhan pihak lain dengan cara mengorbankan keinginannya sendiri.

4. Kompromi
Kemauan untuk membagi sumber-sumber yang terbatas diantara pihak-pihak yang terlibat.


Ada kalanya penanganan konflik dilakukan dengan melibatkan campur tangan dari pihak ketiga. Keterlibatan pihak ketiga dapat dimanfaatkan dalam beberapa bentuk, antara lain:

1. Arbitrasi
Keterlibatan pihak ketiga terhadap konflik yang terjadi adalah sebagai “wasit” atau  “hakim” yang akan memutuskan. Keputusan dibuat setelah pihak ketiga  mendengarkan dengan baik pendapat kedua belah pihak.

2. Mediasi
Keterlibatan pihak ketiga dimanfaatkan sebagai perantara, karena dalam terjadinya  konflik sering kali mengakibatkan terputusnya komunikasi antar kedua belah pihak  yang terlibat.

3. Konsultasi antar pihak
Keterlibatan pihak ketiga sebagai konsultan dan pengarah yang membantu  pihak-pihak yang terlibat konflik dengan cara mengembangkan hubungan dan  kemampuan mereka dalam memecahkan konflik yang terjadi.





Sumber :

Laisanurin (2011). Konflik Organisasi. From http://laisanurin.blogspot.com/2011/12/konflik-organisasi.html . 23 Oktober 2014

Deny (2012). Jenis-Jenis Konflik, Penyebab Konflik, Contoh Konflik, Dan Pengambilan Keputusan. From http://carideny.blogspot.com/2012/11/jenis-jenis-konflik-penyebab-konlik.html . 23 Oktober 2014

Kertonegoro, Sentanoe. 1994. Manajemen Organisasi. Jakarta: PT. Widya Press. 

Dr. Sedarmayanti, m.pd. 1999. Restrukturisasi Dan Pemberdayaan Organisasi Untuk Menghadapi Dinamika Perubahan Lingkungan. Bandung: Mandar Maju.

Wahjono, Sentot Imam. 2010. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sofyandi, Herman & Iwa Garniwa. 2007. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.



Sabtu, 04 Oktober 2014

ORGANISASI PERUSAHAAN

Sejak zaman primitif orang sudah mengenal adanya organisasi. Mereka hidup berkelompok, mengatur kehidupan kelompoknya, budaya maupun ritualnya dalam rangka mempertahankan keberadaan kelompoknya dan perkembangannya. Lebih-lebih dalam qaman modern ini orang menganggap organisasi menjadi sangat penting.
Terlebih dengan adanya globalisasi saat ini, sebuah organisasi harus dapat mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi, jika tidak maka organisasi tersebut akan mengalami kegagalan. Kegigihan, kerja keras, dan ketangguhan organisasi sangat diperlukan dalam menghadapi era globalisasi ini.


A. Apa itu Organisasi?
Secara statis, organisasi dapat diartikan sebagaiwadah tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan dengan penggambaran yang jelas tentang hirarkhi kehidupan, sedangkan secara dinamis merupakan sebuah proses kerjasama yang serasi antara orang-orang di dalam pewadahan yang sistematis. Namun terdapat beberapa tokoh yang mendefinisikan arti dari organisasi yang berbeda, diantaranya adalah:

1. James L. Gibson, John M. Ivencevich, James H. Donnely Jr.
“Organisasi adalah kesatuan yang memungkinkan anggota mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai melalui tindakan individu secara terpisah”

2. Stephan P. Robbins
“Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan”

3. James D. Money
“Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  
4. Chester I. Bernard
“Organisasi adalah suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.


B. Pengertian Organisasi Perusahaan
Definisi dari perusahaan sendiri adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Maka, jika digabungkan dengan definisi dari organisasi yang diungkapkan oleh beberapa tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa arti dari organisasi perusahaan adalah suatu kesatuan sosial yang terkoordinasikan dan memiliki suatu sistem aktivitas kerja yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan dalam kegiatan produksi.


C. Bentuk-Bentuk Organisasi Perusahaan
Menurut pola hubungan kerja, serta lalu lintas wewenang dan tujuan, maka bentuk organisasi itu dapat dibedakan seperti berikut:
1. Line Organization 
Organisasi ini masih tergolong kecil, memiliki jumlah karyawan yang masih sedikit, dan pemiliki menjadi pimpinan tertinggi. Hubungan kerja antara pimpinan dan bawahan terjadi secara langsung.

2. Functional Organization
Organisasi jenis ini memiliki hubungan yang tidak terlalu menekankan kepada hierarki struktural, akan tetapi lebih banyak didasarkan kepada sifat dan jenis fungsi yang perlu dijalankan.

3. Line And Staff Organization
Organisasi ini memiliki kegiatan yang besar dan kompleks, sehingga memiliki anggota yang banyak yang dibagi menjadi 2 bagian, yaitu kelompok lini dan kelompok staff.

4. Commision Organization
Organisasi ini memiliki pimpinan yang bersifat kolegal yang artinya terdiri dari beberapa orang dimana segala putusan diambil dan dipertanggungjawabkan secara bersama.

5. Matrix Organization
Organisasi ini mencerminkan koordinasi antar bidang yang ada dalam organisasi. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan struktural dan fungsional sekaligus dan merupakan jenis departementalisasi campuran.


D. Kaidah Struktur Organisasi Perusahaan

1. Sasaran perusahaan dan elemen komponennya harus dipahami, disetujui dan  dirumuskan.
2. Struktur organisasi tak boleh dianggap permanen.
3. Struktur harus mengenal pribadi dan orang-orang yang serangkum di dalamnya.
4. Kewajiban puncak ada pada Eksekutif utama.
5. Fungsi dan kegiatan harus dikelompokan menurut jenis sasaran dan masing-masing  tujuan yang ditunjang.
6. Atasan bertanggungjawab atas perbuatan bawahannya.
7. Baik buruknya organisasi bergantung pada orang-orang di dalamnya.
8. Jumlah tingkat wewenang harus dipertahankan pada konsistensi minuman dan  efektivitas optimum.
9. Sarana pengendalian dapat lebih efektif daripada uraian tugas dan bagan organisasi  dalam menyelenggarakan dan mempertahankan struktur.
10. Desentralisasi lebih disukai dan dapat diadakan dengan mendelegasikan hak  memprakarsai tindakan yang lebih dekat dengan rencana tindakan.


E. Peran Penting Organisasi Di Dalam Perusahaan

1. Menciptakan bayangan kesuksesan untuk bisnis kita, dengan memiliki Struktur Organisasi kita telah berimajinasi seperti apa bisnis kita dimasa mendatang.

2. Memudahkan pengembangan Sumber Daya Manusia, dengan Struktur Organisasi kita mampu melihat bagian-bagian perusahaan mana saja yang nantinya membutuhkan SDM, Struktur Organisasi juga bisa menjadi alat pada saat kita melakukan perekrutan atau penambahan karyawan nantinya. Dengan adanya Struktur Organisasi kita akan berusaha untuk mendapatkan SDM yang berkualitas pada posisi-posisi yang saat ini masih kosong atau rangkap jabatan. Bagi karyawan Struktur Organisasi ini juga akan menjadi motivasi tersendiri untuk naik jabatan pada posisi diatasnya, tanpa Struktur Organisasi karyawan tidak mengetahui apakah ada jabatan diatas posisinya saat ini.

3. Fungsi delegasi, dengan Struktur Organisasi kita bisa dengan mudah memisah fungsi delegasi antar setiap bagian pekerjaan, sekalipun rangkap jabatan masih ada setidaknya akan diketahui pada posisi mana kita sedang bekerja. Hal ini akan sangat terasa ketika kita telah memiliki karyawan, kadangkala kita melimpahkan pekerjaan pada karyawan tetapi hal itu tidak sesuai dengan lingkup pekerjaannya, sehingga hasil pekerjaan tersebut menjadi tidak maksimal, jika sejak awal kita telah menempatkan karyawan tadi pada suatu posisi tertentu dalam Struktur Organisasi maka kita bisa melihat apakah pekerjaan yang didelegasikan sudah sesuai dengan posisi dan lingkup pekerjaan karyawan tersebut. Dari Struktur Organisasi ini pula kita akan mengetahui posisi – posisi mana saja yang sudah waktunya untuk di delegasikan.



Sumber: 

Bhodonk Sersan (2013). Organisasi Perusahaan. From http://dukhonajjib.blogspot.com/2013/05/organisasi-perusahaan.html . 01 Oktober 2014.

Wikipedia (2014). Perusahaan. From http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan . 01 Oktober 2014.

Adit (2009). Pentignya Peran Organisasi Dalam Perusahaan. From http://bungadit.blogspot.com/2009/11/pentingnya-peran-organisasi-dalam.html . 04 Oktober 2014.

Drs. Hardjito Dydiet. Msc. (1995). Teori Organisasi Dan Teknik Pengorganisasian. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA.

M.C. Barnes et al (1981). Organisasi Perusahaan Teori dan Praktek. Jakarta: PT PUSTAKA BINAMAN PRESSINDO.

Prof. DR. Sondang P. Siagian (1988). Organisasi, Kepemimpinan & Perilaku Administrasi. Jakarta: PT TOKO GUNUNG AGUNG.






Senin, 16 Juni 2014

Resensi Novel "The Old Man and The Sea"



Penulis : Ernest Hemingway
Penerjemah : Dian Vita Ellyati
Penerbit : Selasar Surabaya Publishing
Editor Bahasa : Sandiantoro
Desain Sampul : Hari Sulistiawan
Pemeriksa Aksara : Agus AHA
Cetakan I : April 2008
Jumlah Halaman : 132


Inti Cerita :
Seorang nelayan tua yang bernama Santiago,  belakangan ini sudah 84 hari dia melaut tanpa menghasilkan apa-apa. Dia biasa ditemani seorang anak kecil yang bernama Manolin. Akan tetapi pada hari ke 40 orang tua bocah itu melarangnya untuk kembali bersama Santiago. Mereka menyebutnya salao, jenis terburuk dari kesialan. Akan tetapi Manolin tetaplah sahabat Santiago yang terbaik, yang selalu mendukung dan memperhatikan kebutuhan orang tua tersebut.
Menjelang hari ke 85 dia mempersiapkan segala sesuatunya seakan hari tersebut adalah hari yang sangat penting. Manolin menawarkan diri untuk menemaninya, tentunya berarti melawan orang tuanya, tapi Santiago menolak. Akhirnya pada hari ke-85 Santiago berlayar sendirian sebelum fajar menyingsing, dan kisahnya baru akan dimulai.
Dalam pelayarannya tersebut, Santiago merasakan bahwa seekor ikan besar telah mengambil umpannya. Dia menunggu waktu yang tepat untuk menarik kailnya, namun ternyata ikan tersebut berbeda. Tenaganya luar biasa, hingga matahari terbenam beberapa kali, masih belum ada yang bisa dilakukan lelaki tua itu. Keadaan laut yang sangat dikenalnya membantu, sekaligus membawa malapetaka untuk Santiago. Bukan karena dia gagal, tetapi karena keberhasilan yang kemudian berakhir tidak seperti yang dia harapkan.

Kelebihan Buku : Isi sangat mengguggah, mengenai kesabaran dan keikhlasan atas sebuah kekalahan, kisah yang diceritakan tidak berbelit-belit.
Kelemahan Buku : Penulis menuliskan ceritanya terlalu detil, sehingga terkesan lambat, Beberapa bagian yang menceritakan tentang perjuangan dan kesabaran nelayan tua tersebut terasa membosankan.
Pesan Moral : Jika seseorang memiliki tekad dan semangat yang tinggi, maka orang tersebut sesungguhnya  tidak bisa dikalahkan.
Kesimpulan : Kekalahan tak selamanya menyakitkan, bahkan terkadang terasa melegakan. Hanya orang-orang yang berjiwa besar yang dapat ikhlas menerima sebuah kekalahan.

MALIN KUNDANG

Batu Malin Kundang

Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.
Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah berganti tahun, ayah Malin Kundang tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin Kundang untuk mencari nafkah.
Malin Kundang termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin Kundang sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu.  Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya.  Malin Kundang tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.
Malin Kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang . Tetapi karena Malin Kundang terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati.
Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin Kundang segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. “Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak”, ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut . Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin Kundang segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai . Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya.
Desa tempat Malin Kundang terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin Kundang lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin Kundang dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundangbeserta istrinya.
Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang.
“Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”, katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian?
Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh.
“Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku”, kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping.
“Wanita itu ibumu?”, Tanya istri Malin Kundang.
“Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku”, sahut Malin Kundang kepada istrinya.
Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin Kundang menengadahkan tangannya sambil berkata “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang . Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.
Pesan Moral : Keberhasilan kita sebagai anak, tidaklah lepas dari doa ibu. Hormatilah ibu dan janganlah melupakan kebaikannya saat kita meraih kesuksesan

Kelompok 3 : Agam Adhitama, Ariel Jonathan, Henryan Dwi Putra, Kasyfil Aziz Amir, Mohammad Choirul Ramdhan, Muhamad Septian Pamungkas, Muhammad Ghifary, Muhammad Muqorrobin, Muhammad Noorianda Kurniamarsyah.

Sabtu, 23 November 2013

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN


Tanggung jawab sosial perusahaan atau dalam bahasa inggris disebut Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki definisi sebagai konsep dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksi mereka dengan para pemangku kepentingan secara sukarela, atau dalam arti lain dapat diartikan sebagai konsep bahwa suatu perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, lingkungan, dalam segala aspek operasional perusahaan.

Seperti yang tertulis dalam Undang-Undang No. 40 tahun 2007 pasal 74 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang No. 25 tahun 2007 pasal 15(b) dan pasal 16(d) tentang Penanaman Modal yang berbunyi “Setiap perseroan atau penanam modal diwajibkan untuk melakukan sebuah upaya pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang telah dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan
Terdapat beberapa manfaat dari diterapkannya CSR ini, diantaranya adalah:
a. Meningkatkan citra perusahaan
b. Memperkuat brand perusahaan
c. Mengembangkan kerja sama dengan para pemangku kepentingan
d. Membedakan perusahaan dengan pesaingnya
e. Menghasilkan inovasi dan pembelajaran untuk meningkatkan pengaruh perusahaan
f. Membuka akses untuk investasi dan pembiayaan bagi perusahaan
g. Meningkatkan harga saham
Di Indonesia konsep CSR ini belum sepenuhnya diterapkan khususnya dalam hal kebersihan lingkungan, tetapi beberapa contoh dalam bidang lain sudah diterapkan dengan baik diantaranya sebagai berikut:

1. “INDOSAT CINTA INDONESIA”
Pada perusahaan PT Indosat Tbk, sebagai bentuk tanggung jawab Indosat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, Indosat telah melaksanakan berbagai progam, yang diharapkan dapat meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih baik. Program CSR di tahun 2008 memiliki tema khusus “Indosat Cinta Indonesia”, dan pada tahun 2009, tema CSR Indosat berkembang menjadi “Satukan Cinta Negeri” sebagai bentuk tanggungjawab Indosat sebagai perusahaan di Indonesia yang peduli atas kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, serta upayanya untuk berkarya dan memberikan manfaat.

2. DJARUM FOUNDATION
Sebagai bentuk tanggung jawab dalam hal kesejahteraan rakyat, PT Djarum telah mendirikan sebuah foundation yang bertujuan untuk menangani masalah dalam bidang pendidikan, olah raga, ekonomi, dan lain-lain. 

3. INDONESIA BERPRESTASI” Oleh PT XL Axiata
PT XL Axiata mengadakan program yang bernama Indonesia Berprestasi. Program Indonesia Berprestasi itu didesain dengan khusus sebagai program CSR yang menyeluruh. Untuk mendukung program tersebut, PT XL Axiata fokus untuk memberikan kontribusi terhadap empat pilar bangsa. Empat pilar bangsa yang menjadi fokus CSR XL ini antara lain adalah ekonomi, pendidikan, seni budaya, dan lingkungan.

Meskipun beberapa perusahaan sudah menerapkan konsep CSR, namun itu semua ternyata belum sepenuhnya maksimal, karena masih kurangnya tanggung jawab perusahaan di bidang kebersihan lingkungan. Pengertian tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sendiri dapat diartikan sebuah kemampuan suatu perusahaan untuk menghilangkan limbah dan emisi, memaksimalkan efisiensi dan produktivitas sumber daya alam dan meminimalkan praktek-praktek buruk yang dapat mempengaruhi sumber daya alam suatu negara bagi masa yang akan datang.
Beberapa keuntungan bagi perusahaan dalam menerapkan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan adalah:
1. Pengembangan reputasi citra di mata konsumen dan investor.
2. Meminimalkan masalah lingkungan dan sosial disekitar perusahaan.
3. Dapat menjadi contoh atau perbandingan bagi pesaing atau perusahaan lain.

Lalu hal-hal apa saja yang dapat dilakukan sebuah perusahaan untuk menerapkan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan? Tentunya dalam menerapkan hal tersebut yang perlu diperhatikan adalah konsep berkelanjutan, dimana kegiatan yang dilaksanakan sebuah perusahaan dapat diterapkan secara terus menerus demi generasi yang akan datang. Beberapa kegiatn tersebut meliputi:
1. Mengidentifikasi dampak negatif lingkungan dari rencana bisnis operasional.
2. Mengidentifikasi lingkungan dan alam potensi sumber daya di masyarakat serta  kebutuhan masyarakat dan aspirasi terhadap bisnis operasional.
3. Menyusun rencana kegiatan CSR terhadap lingkungan.







Peraturan dan Regulasi

Pengertian Peraturan dan Regulasi Berikut ini adalah pengertian peraturan dari berbagai sumber: TIM GRASINDO Peraturan merupaka...