Sabtu, 04 April 2015

TEKNIK BRAINSTORMING DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Di dalam sebuah diskusi, ada beberapa teknik yang digunakan untuk mengambil sebuah keputusan, dengan tujuan agar keputusan yang diambil dalam diskusi tersebut lebih tepat, mudah, dan dapat dimengerti juga diterima oleh anggota-anggota lain tanpa menimbulkan konflik baru. Namun dari berbagai teknik yang ada, salah satu teknik pengambilan keputusan yang baik adalah teknik brainstorming. 

Teknik brainstorming dipopulerkan oleh Alex F. Osborn dalam bukunya Applied Imagination. Istilah brainstorming mungkin istilah yang paling sering digunakan, tetapi juga merupakan teknik yang paling tidak banyak dipahami. Orang menggunakan istilah brainstroming untuk mengacu pada proses untuk menghasilkan ide-ide baru atau proses untuk memecahkan masalah.

Teknik brainstorming adalah teknik untuk menghasilkan gagasan yang mencoba mengatasi segala hambatan dan kritik. Kegiatan ini mendorong munculnya banyak gagasan, termasuk gagasan yang nyleneh, liar, dan berani dengan harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan gagasan yang kreatif. Brainstorming sering digunakan dalam diskusi kelompok untuk memecahkan masalah bersama. Brainstorming juga dapat digunakan secara individual.

Sentral dari brainstorming adalah konsep menunda keputusan. Ketentuan dasar dari brainstorming adalah sebagai berikut:

A. Tunda Keputusan. 
Jangan melakukan kritik terhadap setiap gagasan yang muncul.     Jangan pula melakukan evaluasi terhadap gagasan tersebut. Gagasan dipilih setelah sekian banyak gagasan dilontarkan.

B. Munculkan sebanyak mungkin gagasan.
Munculkan gagasan sebanyak-banyaknya. Gunakan gagasan yang aneh dan lucu untuk merangsang gagasan-gagasan lain yang lebih baik.



Jika kita ingin menggunakan teknik brainstorming dalam rapat, langkah-langkah yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

A. Tuliskan permasalahan di papan tulis. 
Jelaskan masalah tersebut sehingga seluruh perserta rapat memiliki presepsi yang sama.

B. Persilahkan hadirin menyampaikan gagasannya. 
Jangan ada kritik, sangahan, atau evaluasi, apapun alasannya.

C. Munculkan sebanyak mungkin gagasan. 
Gunakan gagasan orang lain untuk merangsang gagasan kita sendiri. Gunakan gagasan yang aneh, nyleneh, liar, norak, dan berani untuk merangsang gagasan yang lebih baik.

D. Lakukan evaluasi kritis terhadap gagasan yang ada. 
Pilihlah gagasan terbaik dari sejumlah gagasan yang telah diberikan.

E. Lakukan aksi untuk merealisasikan gagasan tersebut.


Menurut saya, dengan adanya teknik brainstorming ini para anggota di sebuah organisasi diberi kesempatan dan juga didorong untuk dapat berpikir out of the  box dalam hal pengambilan keputusan. Juga dengan diperbolehkannya penyampaian gagasan yang mungkin terkesan frontal dan aneh, maka para anggota secara tidak langsung dilatih dalam hal kreatifitasnya dalam memberikan solusi. 

Dengan ditundanya pengambilan keputusan yang terlalu cepat dan evaluasi kritis terhadap gagasan-gagasan yang telah disampaikan, setiap anggota dapat dengan puas menyampaikan gagasan dan dapat memutuskan gagasan yang tepat dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang.


KONSEP JENDELA JOHARI




 Jendela Johari adalah konsep komunikasi yang diperkenalkan oleh Joseph Luth dan Harry Ingram. Jendela Johari pada dasarnya menggambarkan tingkat saling pengertian antarorang yang berinteraksi. Jendela Johari ini mencerminkan tingkat keterbukaan seseorang yang dibagi dalam empat kolomkolom-kolom tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut:

A.OpenMenggambarkan keadaan atau hal yang diketahui diri sendiri dan orang lain. Hal-hal tersebut meliputi sifat-sifat, perasaan-perasaan, dan motivasi-motivasinya. Orang yang “Open” bila bertemu dengan seseorang akan selalu membuka diri dengan menjabat tangan atau secara formal memperkenalkan diri bila berjumpa dengan seseorang. Diri yang terbuka, mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri demikian juga orang lain diluar dirinya dapat mengenalinya.

B.Blind
Disebut “Blind” karena orang itu tidak mengetahui tentang sifat-sifat, perasaan-perasaan dan motivasi-motivasinya sendiri padahal orang lain melihatnya. Sebagai contoh, ia bersikap seolah-olah seorang yang sok akrab, padahal orang lain melihatnya begitu berhati-hati dan sangat tertutup, tampak formal dan begitu menjaga jarak dalam pergaulan. Orang ini sering disebut sebagai seseorang yang buta karena dia tidak dapat melihat dirinya sendiri, tidak jujur dalam menampilkan dirinya namun orang lain dapat melihat ketidak tulusannya.

C.Hidden
Ada hal-hal atau bagian yang saya sendiri tahu, tetapi orang lain tidak. Hal ini sering teramati, ketika seseorang menjelaskan mengenai keadaan hubungannya dengan seseorang. “Saya ingat betul bagaimana rasanya dikhianati pada waktu itu, padahal aku begitu mempercayainya”. Luka hati masa lalunya tidak diketahui orang lain, tetapi ia sendiri tak pernah melupakannya.

D.Unknown
Dikatakan “Unknown”, karena baik yang bersangkutan, maupun orang lain dalam kelompoknya tidak mengetahui hal itu secara individu. Sepertinya semua serba misterius
Jendela Johari juga bisa menjelaskan tingkat keterbukaan seseorang terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.

Orang tipe I:
Merupakan orang yang terbuka. Terbuka kepada orang lain dan terbuka untuk orang lain menilai dan memberi masukan tentang dirinya.

Orang tipe II :
Merupakan orang yang menyembunyikan sebagian dari kebenaran tentang dirinya. Artinya ada hal-hal atau bagian yang dia sendiri tahu tapi orang lain tidak. Contohnya orang yang sakit hati dengan orang lain. Orang lain belum tentu tahu, tapi dia tahu.

Orang tipe III:
Merupakan orang yang buta. Disebut buta karena orang itu tidak tahu tentang sifat-sifat, perasaan-perasaan dan motivasi-motivasinya sendiri padahal orang lain melihatnya. Contohnya adalah orang yang sok akrab, padahal orang lain melihat dia sebagai seorang yang sangat berhati-hati dan tertutup, formal dan begitu menjaga jarak dalam pergaulan.

Orang tipe IV:
Merupakan orang tipe paling tertutup. Tidak mau membuka dirinya keluar maupun menerima pendapat/masukan/feedback dari luar. Panggilan yang tepat untuk yang yang demikian adalah orang yang misterius.



sumber: http://www.kursikayu.com/2011/05/jendela-johari-johari-window.html 


Hubungan dengan organisasi:

Dapat saya simpulkan bahwa dengan adanya konsep jendela johari, kita dapat dengan mudah mengetahui dan mengelompokan orang-orang dengan tipe dan kepribadian yang sesuai dengan keempat tipe tersebut. Juga kita dapat mengetahui permasalahan apa yang sedang dihadapi di dalam suatu organisasi.

Dengan adanya konsep komunikasi jendela johari, hubungan dan tingkat pengertian antar anggota dapat tercermin sehingga jika ada sebuah konflik di dalam sebuah organisasi kita dapat lebih mudah mengetahui penyebab dari konflik tersebut sehingga solusi yang diberikan lebih tepat.

Kamis, 12 Maret 2015

CONTOH KASUS KONFLIK DALAM ORGANISASI

5 Pimpinan KPK Beda Pendapat Soal Kasus Hambalang


       Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Zulkarnain mengakui jika dalam mengusut kasus Hambalang, terjadi perbedaan pendapat di antara pimpinan.  Namun, dia menegaskan perbedaan itu tidak sampai menimbulkan perpecahan. "Dinamika pemikiran itu kan jelas ada. Kami ambil positif dan dinamisnya. Kalau memang orang berbeda cara pandang, tapi itu bukan perbedaan," kata Zulkarnain, Minggu (20/1/2013).

        Menurut Zulkarnaen, penyidik mencium telah terjadi tindak korupsi secara bersama-sama dalam proyek Hambalang. Disinggung apakah penyidik sudah mengantongi dua alat bukti yang cukup dalam pengembangan kasus proyek senilai Rp 2,5 triliun itu, Zul begitu dapat disapa enggan membeberkannya. "Jangan tanya gitu. Kita ikuti taat kepada proses (hukum)," imbuhnya.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2013/01/20/5-pimpinan-kpk-beda-pendapat-soal-hambalang


Pendapat :

    Dari kutipan berita di atas dapat disimpulkan bahwa konflik organisasi tersebut terjadi karena adanya perbedaan pendapat antar pemimpin. Di dalam penyelesaian konflik oleh pemimpin dibagi menjadi 2 dimensi yaitu dengan kerjasama atau tidak kerja sama dan tegas atau tidak tegas. Kemudian dari segi pendekatan penyelesaian konflik terdapat 5 macam pendekatan yaitu menghindar, mengakomodasi, kompetisi, negosiasi, dan kolaborasi.
     Dilihat dari kasus tersebut, maka dimensi dan pendekatan yang baik digunakan menurut pendapat pribadi adalah dimensi kerjasama dan pendekatan kolaborasi. Karena konflik tersebut tidaklah sampai pada perpecahan dan juga setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda.     


Senin, 09 Maret 2015

REWARD DAN PUNISHMENT DI DALAM PERUSAHAAN

   Di dalam sebuah organisasi tentunya diperlukan sebuah metode yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan juga memberi dorongan pada tiap anggota untuk mencapai prestasi di dalam organisasinya. Maka dari itu sebuah organisasi memerlukan metode yang di sebut reward dan punishment. Reward adalah sebuah penghargaan atau imbalan atas kinerja yang telah dilakukan oleh anggota sebagai bentuk dari pengakuan dari perusahaan tersebut. Reward dapat diberikan dalam bentuk uang, jabatan yang lebih tinggi, wisata, atau bahkan hanya sekedar applause oleh atasan dan rekan kerja. Dengan adanya metode reward, maka hal ini dapat menstimulus sebuah tim untuk melakukan kinerja yang lebih baik secara berulang-ulang, selain bertujuan untuk memotivasi reward juga berfungsi untuk mempertahankan dan memperbaiki prestasi yang telah dicapai.

     Penghargaan sendiri terbagi menjadi 2 macam, yaitu penghargaan yang bersifat umum dan khusus. Penghargaan yang bersifat umum diberikan kepada seluruh karyawan yang dinilai memberikan kinerja baik, tetapi penghargaan khusus diberikan kepada seorang karyawan yang dinilai telah berkontribusi secara khusus kepada perusahaan.

     Sebaliknya, punishment adalah sebuah dorongan yang bersifat negatif atau dapat dikatakan sebagai hukuman. Hukuman ini dapat berupa pemotongan gaji, atau penurunan jabatan. Walau bersifat negatif, metode ini bertujuan untuk menegur sekaligus memperbaiki kinerja anggota atau tim untuk lebih baik di dalam perusahaan, maka metode ini haruslah diberikan dengan cara yang bijak dan tepat. 

        Namun ternyata metode reward dan punishment ini belum sepenuhnya diterapkan oleh banyak perusahaan di Indonesia, terkadangan beberapa perusahaan hanya memberikan hukuman pada karyawan namun tidak memberikan penghargaan pada karyawannya yang melakukan kinerja yang lebih baik. Padahal, dengan diterapkannya metode reward dan punishment ini secara konsekuen dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, di antaranya sebgai berikut :

1. Memberikan tolak ukur kinerja yang jelas, sehingga menciptakan sistem kerja yang lebih baik.

2. Dengan adanya punishment yang berfungsi sebagai sistem pengawasan kinerja, maka karyawan         bisa melakukan pekerjaan dengan lebih baik dan terarah.


Maka dari itu, metode ini sangat penting diterapkan oleh semua perusahaan. Penghargaan dengan hukuman yang diberikan dengan bijak dan tepat akan menciptakan sistem kerja yang baik bagi perusahaan juga sebagai tolak ukur untuk tercapainya sebuah prestasi bagi karyawan. 









Jumat, 06 Maret 2015

MISCOMMUNICATION



Masalah tidak pernah luput dari kehidupan manusia, terutama di dalam sebuah organisasi. Dari beberapa masalah yang kerap terjadi di dalam organisasi, salah satu masalah yang sering timbul antara satu anggota dengan anggota yang lain adalah miscommunication. Apakah masalah itu wajar terjadi di dalam sebuah organisasi? Yang pertama yang harus kita ketahui adalah apakah yang dimaksud dengan miscommunication itu. 

Miscommunication biasa disebut sebagai kesalahpahaman, dimana sang komunikan memberikan pesan atau informasi namun hal itu tidak dimengerti oleh pihak lain karena beberapa sebab, bisa disebabkan oleh informasi yang kurang rinci, atau pihak lain menterjemahkan pesan tersebut secara keliru. Sebagai contoh, seseorang membuat pagar disebuah hutan yang membuat orang lain kesulitan untuk berjalan di hutan tersebut, namun mereka akhirnya berusaha untuk menghancurkan pagar itu, tetapi mereka tidak tahu bahwa pagar itu sengaja dibuat untuk menghalangi hewan buas yang sewaktu-waktu dapat keluar dari hutan dan menyerang ke rumah warga. Karena orang yang membuat pagar itu tidak memberi informasi, juga orang-orang tersebut tidak mengerti mengapa pagar itu dibangun, maka terjadilah kesalahpahaman.

 Jika dilihat dalam kehidupan organisasi, kesalahpahaman memang kerap terjadi dikarenakan banyak anggota dari organisasi tersebut yang menyampaikan sebuah gagasan, juga seorang pemimpin yang menyampaikan pesan yang terlalu luas kepada anggota-anggotanya. Jadi apakah miscommunication itu wajar terjadi di dalam organisasi? Jawabannya tentu saja wajar. Tetapi kita dapat memperkecil kemungkinan miscommunication dengan cara mempersempit pandangan mengenai apa yang akan kita bicarakan, memperhatikan gaya dan nada bicara, juga menggunakan bahasa yang ringan agar pesan yang disampaikan dapat mudah dimengerti, juga dalam diskusi sebaiknya belajar untuk menghargai gagasan dari tiap anggota, dan bertanya jikalau ada perkataan yang kurang dimengerti agar tercipta sebuah komunikasi yang efektif di dalam organisasi.


Kamis, 05 Maret 2015

Pengertian Organisasi, Komunikasi, dan Komunikasi Efektif

I. PENGERTIAN ORGANISASI

Menurut beberapa para ahli, pengertian dari organisasi adalah sebagai berikut:
Stoner 
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Chester I. Bernard
Organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Stephen P. Robbins
Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Namun dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah kumpulan dari manusia yang terkoordinasi dengan suatu sistem kerja untuk memenuhi suatu tujuan bersama.


II. PENGERTIAN, JENIS, DAN PROSES KOMUNIKASI

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi oleh suatu pihak ke pihak lain secara langsung maupun melalui media.

Ada beberapa jenis dari komunikasi, yaitu :

Komunikasi menurut penyampaiannya
1. Komunikasi lisan yaitu proses komunikasi yang terjadi secara langsung tanpa batasan jarak atau kedua pihak bertatap muka langsung.

2. Komunikasi tertulis yaitu proses komunikasi yang dilakukan melalui surat untuk sebuah maksud tertentu.

Komunikasi menurut kelangsungannya
1. Komunikasi langsung yaitu proses komunikasi yang dilakukan tanpa adanya bantuan perantara.

2. Komunikasi tidak langsung yaitu proses komunikasi yang dilakukan melalui pihak ketiga atau media.

Komunikasi menurut perilaku
1. Komunikasi formal yaitu komunikasi yang terjadi antar anggota dalam sebuah organisasi yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya.

2. Komunikasi informal yaitu komunikasi yang dilakukan dalam anggota organisasi yang tidak ditentukan oleh struktur organisasi tersebut.

3. Komunikasi nonformal yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi.

PROSES KOMUNIKASI

Secara singkat, proses komunikasi dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Komunikator bermaksud untuk memberikan pesan kepada pihak lain baik berupa informasi maupun simbol-simbol yang dimengerti oleh kedua pihak.

2. Pesan tersebut disampaikan secara lisan maupun melalui media perantara.

3. Komunikan (pihak kedua) menerima pesan tersebut dan menerjemahkannya agar dimengerti oleh komunikan tersebut.

4. Komunikan memberikan umpan balik atau tanggapan atas pesan yang diterimanya tersebut kepada sang pengirim.


III. KOMUNIKASI EFEKTIF

Yang dimaksud dengan komunikasi efektif adalah tersampaikannya sebuah pesan dengan cara yang baik dan dengan kontak sosial yang baik juga.

Ada 5 prinsip dalam berkomunikasi yang efektif, yaitu :

1. REACH, adalah rasa saling menghargai dari kedua pihak yang berkomunikasi.
2. EMPATHY, adalah kemampuan diri seseorang untuk memposisikan diri pada situasi  yang dihadapi oleh orang lain.
3. AUDIBLE, adalah pesan dapat didengar dan dimengerti oleh pihak lain.
4. CARE, adalah hal apa yang diberikan oleh komunikan sehingga pihak lain merasa  diperhatikan.
5. HUMBLE, adalah adanya rasa rendah hati dalam menyampaikan pesan.

Senin, 24 November 2014

PENGHARGAAN DAN HUKUMAN DALAM ORGANISASI

Pengertian Penghargaan
Imbalan adalah jumlah pembayaran yang diterima dan tingkat kesesuaian antara pembayaran tersebut dengan pekerjaan yang dilakukan.(Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S.) Penghargaan (reward) adalah sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan, baik oleh dan dari perorangan ataupun suatu lembaga yang biasanya diberikan dalam bentuk material atau ucapan. Dalam organisasi ada istilah insentif, yang merupakan suatu penghargaan dalam bentuk material atau non material yang diberikan oleh pihak pimpinan organisasi perusahaan kepada karyawan agar mereka bekerja dengan menjadikan modal motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan atau organisasi.
Imbalan intrinsic adalah imbalan yang merupakan bagian dari pekerjaan itu sendiri, imbalan tersebut mencakup rasa penyelesaian, prestasi, otonomi dan pertumbuhan, maksudnya kemampuan untuk memulai atau menyelesaikan suatu proyek pekerjaan merupakan hal yang penting bagi sejumlah individu. (Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S.)
Imbalan ekstrinsik adalah imbalan yang berasal dari pekerjaan. Imbalan tersebut mencakup: uang, status, promosi dan rasa hormat.
· Imbalan uang (Financial reward: Fringe Benefits) adalah imbalan ekstrinsik yang utama, dan secara umum diakui bahwa uang adalah pendorong utama, namun jika karyawan tidak melihat adanya hubungan antara prestasi dengan kenaikan yang pantas, uang tidak akan menjadi motivator yang kuat sehingga perlu diciptakan system penilaian prestasi yang jelas.
· Tunjangan utama dari kebanyakan organisasi adalah program pensiun, biaya opname, dan sebagainya.
· Status adalah imbalan antar pribadi (Interpersonal reward) yaitu dengan menugaskan individu pada  pekerjaan yang berwibawa.
· Rasa hormat/pengakuan adalah penggunaan manajerial atas pengakuan atau penghargaan melibatkan pengetahuan manajer tentang pelaksanaan pekerjaan yang baik
· Promosi adalah perpindahan seorang karyawan dari satu tempat/ jabatan ke tempat/jabatan  lain yang lebih tinggi.

Pengertian Hukuman
Hukuman (punishment) adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Dalam hal ini, hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh orang yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan tidak memberikan respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.
E.L. Thorndike (Reward and punishment in animal learning, Contemporary psychological monograph, 1883, 8, no. 9) mengemukakan bahwa hukuman memaksakan dampaknya atas perilaku dengan melemahkan hubungan antara stimulus dan tanggapan selanjutnya ia meninjau ulang tentang pernyataanya tersebut. Ia membantah bahwa bilamana hukuman nampak melemakan tanggapan, hal itu merupakan dampak tidak langsung. 
Dalam menjalankan organisasi diperlukan sebuah aturan dan hukum yang berfungsi sebagai alat pengendali agar kinerja pada organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik. Jika aturan dan hukum dalam suatu organisasi tidak berjalan baik maka akan terjadi konflik kepentingan baik antar individu maupun antar organisasi.
 Pada beberapa kondisi tertentu, penggunaan hukuman dapat lebih efektif untuk merubah perilaku pegawai, yaitu dengan mempertimbangkan: Waktu, Intensitas, Jadwal, Klarifikasi, dan Impersonalitas (tidak bersifat pribadi).


Pentingnya Penghargaan dan Hukuman Dalam Organisasi
Pada suatu organisasi sangat diperlukan aturan dan hukum serta penghargaan dimana penghargaan dalam suatu organisasi itu penting karena kita memang menghargai mereka yang sudah berupaya mengubah cara kerja mereka. Penghargaan juga memperlihatkan bahwa kita menganggap penting budaya tersebut. Pesan-pesan pentingnya sebuah budaya harus kita sampaikan terus menerus. Pesan dengan menyampaikan di dalam pertemuan atau setiap pagi sebelum memulai kegiatan memang efektif tetapi lebih efektif jika kita memberikan pesan secara tidak langsung. Penghargaan juga akan memicu orang-orang untuk melakukan yang terbaik. 
Sebaiknya penghargaan bukan untuk mereka yang paling di dalam bidangnya melainkan berikan target dan berikan penghargaan buat mereka yang melampui target yang ada. Penghargaan juga berfungsi untuk memperlihatkan bahwa kita sebagai atasan menghargai kinerja mereka yang sesuai dengan aturan yang berlaku. sedangkan aturan dan hukum berfungsi sebagai suatu alat pengendali agar suatu kinerja dalam suatu organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik. jika suatu organisasi aturan dan hukum tidak diterapkan maka suatu organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan akan menimbulkan konflik kepentingan baik antar individu ataupun antar organisasi. 
Untuk mengefektifkan peraturan tersebut butuh kesadaran untuk mematuhi peraturan yang sudah diterapkan dalam sebuah organisasi tersebut, maka dibuatlah hukum aga kita mematuhi hukum tersebut. Hukum tersebut juga berlaku dalam bersosialisasi contohnya dalam berorganisasi. Pentingnya hukum dalam organisasi agar pelaku dalam organisasi tersebut untuk merubah perilaku pegawai, yaitu dengan mempertimbangkan: Waktu, Intensitas, Jadwal, Klarifikasi, dan Impersonalitas (tidak bersifat pribadi).



Tujuan Diberikannya Penghargaan dan Hukuman Dalam Organisasi
Ada tiga fungsi atau tujuan penting dari penghargaan yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan:
· Memperkuat motivasi untuk memacu diri agar mencapai prestasi
· Memberikan tanda bagi seseorang yang memiliki kemampuan lebih
· Bersifat Universal

Ada tiga fungsi atau tujuan penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan:
· Membatasi perilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan.
· Bersifat mendidik.
· Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan




Sumber: 

 Prof. Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A.2002 .Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja.Jakarta :Rineka Cipta
Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S. . 2011.Perilaku Keorganisasian : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Peraturan dan Regulasi

Pengertian Peraturan dan Regulasi Berikut ini adalah pengertian peraturan dari berbagai sumber: TIM GRASINDO Peraturan merupaka...